Senin, 19 Desember 2011

Ingatlah Sebelum Lupa'2



Opick - Pewaris Surga


Mereka adalah pewaris surga
Manusia yang disayangi Allah
Alangkah indah bila hati mengenangnya
Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

Yang pertama orang yang beriman kepada Allah
iman di hati mulut dan langkahnya

Yang kedua orang yang menjauh dari segala
perkara-perkara yang tiada guna

Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya
Yang keempat yang menjaga kemaluannya
Yang kelima orang yang memelihara amanat
Yang keenam orang yang penuhi janjinya
Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga
waktu dan khusyu setiap sholatnya


Mereka adalah orang yang dirindu surga
Surga firdauslah tempat kembali mereka


"Semoga kita bisa  menjadi salah satu diantaranya..."
"Berusahalah,...seimbang antara dunia dan akhirat..."
"Dunia ini cuma sebentar saja,...jadi harus kita isi sebaik-baiknya..."
"Berusahalah untuk selalu ingat dan taat kepada-NYA..."
"Jalani semua perintahnya,...tidak melakukan semua yang dilarang-NYA..."
"Hilangkan hawa nafsu yang buruk dan terlalu memuja dunia..."




 

Wassalam,...
(@airfine),...



Selasa, 06 Desember 2011

Jeruk Busuk...Rasa Manis


Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, "Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? biar saya cepat mati?" 

Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk. 

Sebenarnya, boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk, mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat, bosan, jenuh, mual, pusing, panas, dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari, belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit, perawat yang kadang tak ramah, keluarga yang mulai uring-uringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja, semuanya membuat dadanya bergemuruh. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus, marahlah ia. 

Wajar. Sekali lagi wajar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah, berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. Tiba-tiba, "Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus, mending nggak usah beli. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?" suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu. 

Pupuslah senyum keluarga itu, rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu, tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa. 

Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga, dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat, tak satu pun dari anggota keluarga itu sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. "Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa," kata si Ayah kepada keluarganya. 

Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu. 

Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, "Jeruk asam begini kok dibawa..." 

Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli sepeti jeruk manis dan segar. 

Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu. 


Wassalam,...
(@airfine),...

Jumat, 02 Desember 2011

Ayah itu MENAKJUBKAN !!!


Ayah itu ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah itu hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah itu membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah itu tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah itu selalu tepat janji!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah itu akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah itu selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah itu mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah itu membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah itu mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah itu mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah itu sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis, jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala *_~

Ayah itu akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah itu selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru, hahaha...

Ayah itu lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah itu benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah itu terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah itu di dapur..
Membuat masakkan seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?
Hah…" tidak terlalu mengecewakan" ^_~
Ayah itu akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu-satunya dalam keluarga yang dapat membuat mie rebus instan isi sayur-sayuran tauge terenak di dunia. :D

Ayah itu mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah itu sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam, walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati (pengalaman ni)...

Ayah itu paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah itu akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah itu tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah itu menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah itu percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan motor bututnya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah.

AYAH ITU MURAH HATI…
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya...
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar SPP mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya…
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya...
Ayah itu mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu…

Ayah itu akan berkata ,, “Tanyakan saja pada ibumu ", ketika ia ingin berkata,, ”Tidak".
Ayah itu tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.(bt si adek ni...!!!)
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan".

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya…

Ayah itu lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri…

Ayah itu hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meninggalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya..

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah itu tidak suka meneteskan air mata …
Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu. ketika kau mimpi akan dibunuh monster…(prajurit2nya musuhnya power ranger)...
tapi…
ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.(bt si adek lg...!!!)

Kalau tidak salah ayah pernah berkata:
"kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu. Jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang menciptakannya".

Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan:
"Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah itu bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu…
Ayah itu bisa membuatmu percaya diri karena ia percaya padamu…
Ayah itu tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik…

Dan terpenting adalah…
Ayah itu tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Jazakallah bil jannah.. Untuk setiap peluh yang kau teteskan, Untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, Untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, Untuk nasi goreng paling lezat sedunia, Untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, Untuk tetes "air mata laki-laki " yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, Untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali kuhianati. Takkan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan …… Jazakallah bil jannah, "Semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri, semoga……"

"Semoga saya bisa menjadi laki2 sebaik, sesabar, dan setangguh dia",...

Wassalam,...
(@airfine),...