Sabtu, 25 Agustus 2012

Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia

 Sebuah anekdot untuk negeri yang bernama Indonesia :
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, wahai Tuhan?"

"Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon.


Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".


Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia, dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.


Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol, dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat, serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.


Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu, daerah apakah itu, Tuhan?"


"Ohhh, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan disana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Kuciptakan ramah tamah, suka menolong, dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja, serta mencintai seni."


Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Tuhan, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya?"


Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'para idiot' di pemerintahannya).


Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke-67 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.


Terus berdoa dan berusahalah agar kita semua bisa menjadi generasi yang bisa membuat negara ini menjadi negara yang lebih baik dan lebih bertanggungjawab untuk semua rakyatnya bukan hanya untuk satu golongan saja, minimal dengan menjadi seseorang yang sungguh-sungguh atas apa yang kita kerjakan.

Wassalam,...
(@airfine),...

Rabu, 15 Agustus 2012

Pertarungan Sepuluh Akhir Ramadhan



Aslkm,....

Dua puluh malam sudah kita lewati untuk Ramadhan tahun ini. Malam-malam yang sudah terlewat itu menyisakan beragam rasa, mungkin sebagian dari kita ada yang menyesal sebab belum memaksimalkannya, atau bahkan ada yang biasa-biasa saja.

Dua puluh malam yang telah berlalu tersebut tidak mungkin bisa terulang, namun masih bisa dimaksimalkan pada sisa malam berikutnya.

Memasuki malam ke dua puluh satu, pertarungan dunia dan akhirat pun semakin gencar dimulai. Pertarungan yang menuai berkah dimulai dari pusat perbelanjaan yang dipenuhi sesak oleh pengunjung yang mencari beberapa pasang pakaian untuk hari raya, stasiun, bandara dan terminal yang mulai ramai melayani tradisi mudik penduduk pribumi, serta masjid, yang dipenuhi oleh orang-orang yang haus akan ampunan Allah, memburu ridha-Nya, serta mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Malam seribu bulan atau yang kita sebut dengan malam Lailatul Qadar, difirmankan khusus oleh Allah dalam QS. Al-Qadar.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 1-5).

Allah menguraikan malam Lailatul Qadar serta mengabadikannya dalam Qur'an sebagai bukti, bahwa Allah begitu mengistimewakan malam tersebut. Malam kemuliaan-Nya itu dirahasiakan oleh Allah untuk segenap hamba-Nya.

Dirahasiakan, sebab Allah ingin melihat sejauh mana usaha hamba-hamba-Nya untuk bersedia memaksimalkan sisa ramadhan dengan pendekatan diri yang dapat kita usahakan salah satunya melalui iktikaf.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan ibadah malam. Nabi membangunkan istri-istrinya. Nabi amat bersungguh-sungguh dan bersemangat sekali dalam menghidupkan malam tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, dirawiyatkan dari Ibnu Umar RA, beliau berkata, “Biasanya Rasulullah SAW beriktikaf pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, Rasulullah SAW mengistimewakan sepuluh terakhir di bulan Ramadhan tidak seperti bulan-bulan biasanya. Hal tersebut tertera dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, katanya, “Rasulullah SAW bermujahadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tidak seperti bulan-bulan lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadhan Allah hadiahkan sebagai bulan dilipatgandakannya amal kebaikan dan penuh ampunan, khusus untuk umat Rasulullah SAW. Rasul pun lebih giat dan menghidupkan ibadah malam di sisa sepuluh terakhir ramadhan.

Semoga Allah memberikan kekuatan, agar kita memenangkan pertarungan dengan menghidupkan ibadah di sisa-sisa ramadhan dan memberikan hidayah dan maghfirah-Nya. Amin.

Wassalam,...
(@airfine),...

Selasa, 07 Agustus 2012

BISMILLAH



BISMILLAH - OPICK

E          A        B
Bismillah yaa rohman yaa rohiim 2x

Intro: E A B (2x)

E       A           B           E
Bismillah mula-mula Bismillah yang mengawali
A           B        E
Bismillah akan membuatmu bahagia
A       B          E
Dengan Bismillah hatikan terjaga
B          A        E
Lalu keberkahan menaungi kita

E          A            B          E
Bismillah dan melangkah Bismillah lalu bekerja
A           B        E
Bismillah di dalam hatiku tenang
A       B         E
Karena semua hanyalah milikNya
B          A        E
Bahkan nafas adalah kemurahanNya

E          A        B
Bismillah yaa rohman yaa rohiim 4x

A                 E
Terkadang hidup dalam sepi hati
B                     A    B               E
Karena jiwa yang rindu tuk kembali pada Allah

[intro] E A E A B

[overtone]

F#       B           C#         F#
Bismillah mula-mula Bismillah yang mengawali
B           C#       F#
Bismillah akan membuatmu bahagia
B       C#         F#
Dengan Bismillah hatikan terjaga
C#          B       F#
Lalu keberkahan menaungi kita

F#         B            C#         F#
Bismillah dan melangkah Bismillah lalu bekerja
B          C#       F#
Bismillah di dalam hatiku tenang
B    C#         F#
Karena semua adalah milikNya
C#         B        F#
Bahkan nafas adalah kemurahanNya

F#         B      C#
(Bismillah yaa rohman yaa rohiim)

Dengan namaMu yaa Allah
Dengan namaMu yaa Rohman
Dengan namaMu yaa Robbi
Dengan namaMu...namaMu..yaa Robbi...yaa Robbi
Dengan namaMu melangkah
Dengan namaMu di hati
Dengan namaMu kumelangkah
Dengan namaMu Allah... Allah... Allah...

"Mulailah semua kegiatan kita dengan BISMILLAH, INSYAALLAH itu akan menjadi berkah untuk kita,..."

Wassalam,...
(@airfine),...