Selasa, 27 September 2011

Untuk yang tercantik... :)





Yang Tercantik,...bersamamu... :)

Menjadi biasa, itu luar biasa. Aku terbiasa bersamamu lalu tidak, itu sungguh menyiksa.
Tak mampu kutepikan. Nyatanya, rumah hatimu adalah tumpah rinduku.
Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.
Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata cantik yang ingin kudengar dari bibirmu, setiap hari.
Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan napas surgawi. Seperti berpuluh mimpi yang kita hias dengan warna pelangi.


Biarpun meremuk redam, salahkah jika terus kutimang rindu ini —untukmu,
Ah, memang tak butuh teori.
Aku hanya ingin jatuh cinta dan terjun bebas bersamanya.


Berharap diayun ketiadaan. Memangsa getar membumi batu. Berkalang tanah menjadi seonggok rasa basi.
Sepi ini telah menelantarkan kelakar tawa. Menyesatkan hati di lembah keterasingan.  Membawa jejakku terpenjara dalam pusaran labirin yang berliku.
Rumah hatimu adalah tumpah rinduku. Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.  Setiaku membabibuta. Kalap membumihanguskan nalarku.
Entah nyata atau semu.
Entah berharga atau sia-sia, aku hanya ingin hadir ditimang lugu senyummu, dan menangis di sudut bibirmu.


Menanti dan menunggu hadirmu membuat jantungku berdegub kencang, dan mematuk nada berulang-ulang.
Seperti menabuh genderang di belantara tak bertuan.
Hingar gelombang suaramu telak kudengar…dan bisa kuhirup napasmu dari kejauhan.
Menunggumu berjalan ke pangkuan, menghadirkan rindu menusuk tajam.
Apalagi yang bisa kureka-reka saat itu, selain merasakan dan menyentuh magis rindumu, selebihnya aku hanya ingin mengurai segala tentangmu, tanpa pengecualian.


Untuk yang tercantik dan terindah,...disana... :)
dari Muhammad Irfan Riyansyach






Minggu, 25 September 2011

1 tahun lagi,...SEMOGA...!!!

Sekarang yg ak liat,...jam menunjukkan pukul 2.25 waktu Plmbng,...
Sambil menunggu Barcelona vs Atletico Madrid,...ak prediksi skornya 3-1,...
Sambil juga nonton Real Madris vs Rayo Valecano,...skornya ampe menit ke 69 4-2,...

Sambil menunggu sholat malam juga,...mumpung masih seger ni mata,...walaupun td sambil ngerjain tgs2 kuliah n tugas kantor yg terpaksa dikerjakan di rumah,...

Mulai tanggal 5 September tadi,...sudah resmi masuk semester 7,...ni termasuk semester akhir,...sdh terlewat matkul2 penting di jurusan saya ak'08 tercinta,...AKL,...SIA,...Migas,...
Matkul yg sangat penting,...karena emang susah untuk dianalisis materinya n dosennya pun susah untuk dianalisis maunya apa,...dosen2 kontroversial juga baik di dalam n diluar lingkungan kampus,...hahaha,...untungnya bs diselesaikan dengan hasil yg baik lah,...

Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa mata kuliah n penelitian lagi,...TA,...Seminar Ak,...Seminar Proposal,...Skripsi,...dan Ujian Komprehensif,...normalnya tahun dpn ni dah tamat,...hahaha...
Ada berita baik juga,...untuk ikut ujian kompetensi di kantor saya sekarang biar jadi karyawan tetap gitu,...capek juga statusnya kontrak terus,...tenaga banyak terbuang,...tapi gajinya cuma setengah dari yg bs didapetin klo dah jadi karyawan tetap,...tp lumayan lah,...untuk aktivitas2 bujangan,...untuk nabung juga,...
Untungnya lagi,...syarat akademik untuk internal kantor yg ikut ujian kompetensi jabatan ni nggak harus IPK nya cum laude,...hahaha,...tapi harus dicapai walaupun kurang 0,.... berapa,...nggak masalah lah,...asal lebih dr 3,25 standar minimalnya,...lebih mendekati lebih baik dgn cttan tes kompetensi yg lain juga lulus,...

Klo lancar satu tahun lagi,...bs wisuda,...langsung 1 bulan kedepan ujian kompetensi,...smoga juga nanti bs jadi karyawan tetap,...biar bs nambah2 tabungan minimal bs beliin apa yg disukain sm ibu lah,...hahaha...
Pengen juga bs ngasih sesuatu untuk dia dan memenuhi bbrpa keinginan dia,...
Juga bisa mempersiapkan dana untuk anggaran jangka pendek,...menengah,...dan panjang yg udah aku rencanain dr semester 3 kemaren,...malu lah anak "ak" nggak bs buat anggaran...:D
Dah di acc juga sm dosen,...hahaha...

Semoga juga nanti bs dipindah tugas dr Palembang,...soalnya mau juga ngerasain jauh dr rumah,...menjadi perantau,...bs bertanggung jawab sm diri sendiri,...capek juga disini terus,...walaupun ni kota termasuk 10 kota di Indo tempat tujuan nyari kerja,...tapi kayaknya enakan pindah deh,...biar nemu suasana n orang2 yg baru,...hahaha...ni tergantung keputusan deputinya sm kebutuhan dr masing2 kantor cabang BI nya,...
Tmen2 juga banyak yg nyaranin biar aku keluar Palembang,...untuk menguji seberapa tahan mental dan pikiran aku,...

Pengennya juga bs lama di kota tempat ak pindah nanti,...klo jd ditransfer/dipindah tugaskan,...pengennya juga ampe nikah disana,...nggak tau ni jodohnya dpt orang sana tau dpt yg disini tp dibw kesana,...tapi tu juga klo cweknya mau,...hahaha...
Nggak muluk2 lah cita2nya,...yg penting bs bahagiain orang tua,...pacar/calon istri/istri,...mertua,...itu aja udah cukup,...tentunya bahagia di akhirat juga,...

Soal materi juga nggak usah yg terlalu wahhhh lah,...yg penting bs beli rumah yg ada kolam renangnya,...hahaha,...terserah mau ukuran berapa rumanhya,...yg penting bs nampung 4 orang (saya,pacar/calon istri/istri/ anak2,...cwok cwek) dan ada kolam renangnya,...tu dah cukup,...sama satu kulkas khusus utk es krim aja,...hahaha,...maklum waktu kecil jarang minum es krim,...hahaha,...

Iya,...masa depan,...itu dimulai dari sekarang lah,...aku harus bener2 sekarang biar nanti bs enak n nggak susah,...krn orang yg susah biasanya dekat kemiskinan,...kemiskinan biasanya dekat dengan kemusyrikan,...
Nggak akan ngerokok,...minum2,...apalagi narkoba,...itu salah satu yg bs buat aku hancur nanti,...drpada begitu2,...enakan juga beli eskrim vanila,...enak n puas kan,...da vitaminnya lagi,...
Klo 3 hal tu,...ada juga vitaminnya,...tp vitamin penambang semangat untuk menjelang kematian yg tidak elit,...

Ak harus serius juga lah,...biar bs bahagiain pacar/calon istri/istri aku nanti,...biarpun nggak hidup yg waahhhh bener,...tp cukup lah untuk apa2,...biar keluarga juga enak n anak2 aku nanti juga cukup gizi n pendidikannya,...:D

Akhirnya,...semua kita berusahalah yg terbaiklah,...karena masa depan itu adalah hari ini,...seperti kata2 yg ak pikirin berikut tentang 3 masa kehidupan :

Hari kemarin. (PAST)


Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.

Anda tak bisa menarik perkataan yang telah

terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;

dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.

Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...



Hari esok. (FUTURE)


Hingga mentari esok hari terbit,

Anda tak tahu apa yang akan terjadi.

Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.

Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.

Esok hari belum tiba; biarkan saja...


tapi......


Hari ini. (PRESENT)


Pintu masa lalu telah tertutup;

Pintu masa depan pun belum tiba.

Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.

Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini

bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan

melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah

hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah

permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.

Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang

abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan

hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk

pada anda.



Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena

mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa

anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan

karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri

anda sendiri. Jadi, jangan biarkan masa lalu

mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,

lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG

juga!!!!!!



The day will come when you will review your life

and be thankful for every minute of it. Every hurt,

every sorrow, every joy, every celebration, every

moment of your life will be a treasure. This is

why today is called a PRESENT.


Dah segitu aja dulu,...ni barca dah mau mulai,...mana td madrid menang pula 6-2,...semoga barca juga menang,...

Dah,...
Wassalam,...
(Muhammad Irfan Riyansyach),...harusnya ni nama aku dulu,...


Selasa, 20 September 2011

Ikhwan/Laki-Laki Sejati




Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…

Sang Ibu tersenyum dan menjawab…


Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya …
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

...setelah itu, ia kembali bertanya…

” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”

Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata… “Pelajari tentang dia…”

ia pun mengambil buku itu

“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu...

Semoga kita semua bisa menjadi laki-laki yg seperti ini,...
Termasuk saya,...berusahalah...!!!

@airfine

Selasa, 13 September 2011

SURAT CINTA UNTUK KEKASIH...

..... :)


Bismillah…..,

Assalamualaikum cinta, apa kabar?

Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?

Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?

Apa kabar dengan setia dan kejujuran?

Cinta…,
andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini…,

maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya.

Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti.

Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu….

Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa,

bukan yang megucap “bagaimana?” namun “ aku mengerti…”

bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini….”

bukan “ aku ingin kamu seperti ini….” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu...”

sepinya diriku tanpa kau di sini, hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku,

seringnya kau patahkan aku…., namun aku bukan seorang yang mudah menyerah…

aku bertahan, karena ada kejujuranku… untuk mengasihimu….

luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.

Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh…

demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang utuh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci.

Ketika luka – luka telah mengering,

Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu,

pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.

Cinta...,

inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu,

ahh… cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku.

Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya.

Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku.

Dan semua, semua…. masih tetap utuh pada tempatnya.

Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala.

Ketika smua terhempas karena sia – sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.

Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.

Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya.

Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia, Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini.

Dan cinta….,

kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.

Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya.

Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian.

Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan.

Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka.

Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.

Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan,

dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya ,

tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku.

Namun ketika goresan luka itu ada ,

tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya.

Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.

Begitu pula dengan mu cinta…,

jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu…

jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu ….

Sungguh aku bersyukur,

jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta,

jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya…

aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah…

namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku …dan sayangku….,

telah mampu mengobati luka – luka itu.

Cinta,

kapan aku bisa menyentuhmu?

Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?

Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu…

Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu…

Cinta,

dalam sujudku pada-Nyaku titipkan doa dan pintaku…..

semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu

semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini.

Ku pinta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai

Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan…

bahagia mu adalah doa dan harapku….

senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku…

aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu…

dan biarlah………,

biarlakanlah tulusku…yang mencintaimu….


Untuk yg tercinta dlm perasaan yg tdk dpt dikatakan lewat kata-kata...

Wassaalam,...
(@airfine),...

Jumat, 09 September 2011

KAMU...rindu itu...!!!




KEPADA KAMU RINDU ITU...


 

Mungkin benar juga,
 

Aku perlu waktu untuk tidak bersua, tapi sejenak saja

mungkin tidaklah salah aku pendam dulu rasa rindu

biarkan hati merintih dan meratap

tapi sejenak saja,

lalu untuk selamanya kta berpayung dalam satu rasa...



aku terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata

dua hari menapak jejak bersama telah memagut getarku,

tak bersisa sepertinya...

biarkan saja semua berjalan tanpa rekayasa

seperti sejak pertama rasa itu diam membisu

lalu,, perlahan mengetuk pintu hatimu

dalam damba tak bersyarat



semestinya tak kutelantarkan rindu yang terus menggugat hingga pagi

andai saja tak ada jarak mengunci langkah kaki

ingin segera kusandarkan semua gelisah dan gundahku pada harum tubuhmu

menebar keteduhan, meremas kecemasan

meninabobokan tangisan semalam



mengais lagi  serpihan kata rindu yang kau cecapkan di tepian pagi

betapa kuingin mendengarnya beribu kali

seperti inginku yang selalu dahaga ingin mendekap dan rebah didadamu

luruh dalam magismu dan bertekuk pasrah dalam hatimu, satu



didekat dirimu rinduku tumpah,

mengeja detik yang berlalu dengan kemesraan yang menggugah indah

memapah bahagia satu demi satu tanpa jengah...

bedua kita saling meluruhkan kata yang terucap dari palung hati terdalam

menasbihkan rindu yang lama tersembunyi dalam diam

tunduk teduh pada keakuan perasaan...



aku tak pernah bisa marah

karena bagiku kau adalah anugerah terindah,

yang mendekap barisan hatiku penuh bahagia tumpah ruah,

sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja,

menghapus kesalku jadi tawa merekah

dan rinduku tiba-tiba dipenuhi keindahan yang berlimpah..

untuuk kamu,

andai saja dambaku menjadi nyata -kan kutuang kangenku tanpa sisa...

***
"Tunggu aku,...sebentar lagi akan datang,..."
Dalam Cinta itu, Kamu
(@airfineRF...),...


Jumat, 02 September 2011

mereka itu,...SEHARUSNYA...!!!


Apakah anda pernah melihat pemulung?
Pasti pernah kan ya, baik secara langsung ataupun sekedar melihat sosok tersebut di TV.
Sekarang coba kita ingat-ingat kembali pernahkah kita bertemu sama pemulung? Atau sekedar melihat pemulung dari jauh di jalan atau di depan tempat pembuangan akhir(TPA). Ataupun kalau memang belum pernah lihat, setidaknya sekarang coba bayangkan kalau anda sedang melihat seorang pemulung yang sedang melaksanakan tugas hariannya, memungut sampah.

Apa yang anda rasakan?
Jijik? Mual? Ingin muntah? Ingin jauh-jauh dan cepat-cepat pergi dari makhluk dengan tubuh kotor tak terawat, baju compang-camping, dengan tas karung usang berisi sampah, dan sebuah kawat karatan?

Jika jawabannya adalah ya, maka cobalah berkaca pada diri anda sekarang.
Apa menurut anda profesi, sikap dan tingkah laku anda masih jauh lebih baik dari seorang pemulung?
Apa anda sudah cukup berperan melestarikan lingkungan seperti mereka?

Dan jika jawabannya adalah tidak, selamat, berarti anda masih punya hati nurani.

Tragis memang,
betapa pada kenyataannya keberadaan pemulung di indonesia begitu diabaikan dan cenderung distigmakan.
Kita tidak suka dengan kehadiran pemulung, padahal faktanya kita yang sering buang sampah sembarangan.
Kita jijik melihat pemulung menggeruk sampah yang sudah bercampur baur tak keruan, kotor, dan sangat bau padahal kalau saja kita mau memilah sampah menjadi sampah basah dan sampah kering, para pemulung bisa memunguti sampah kering yang masih bisa digunakan dalam keadaan bersih dan tidak bau.

Kita sering menghina mereka, tanpa sadar kalau sebenarnya kita jauh lebih hina.
Kita sering merendahkan, dan bahkan mungkin membenci kaum yang kita anggap rendahan seperti pemulung, pengemis, pengamen, peminta-minta, dan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan lainnya, tanpa sadar kalau kita -manusia yang suka menghambur-hamburkan uang di atas penderitaan saudaranya-lah yang jauh lebih hina.

"Manusia senang merendahkan manusia lain yang dia anggap lebih rendah, tanpa sadar kalau dengan aksi merendahkannya itu dirinyalah manusia yang paling rendah di mata Tuhan".

Seharusnya para pemulung mendapat gelar pahlawan lingkungan, mendapatkan gaji dan tempat tinggal yang layak dari pemerintah, atas semua jasanya membantu pelestarian lingkungan melalui pemungutan sampah untuk didaur ulang.

Seharusnya...


Wassalam,...
(@airfine),...