Senin, 24 Oktober 2016

Pemimpin Sejati




Sebenarnya dalam teori kepemimpinan cukup banyak pula yang mengutarakan tentang apa dan siapa pemimpin sejati.

Diskusi mengenai pemimpin sejati, sayangnya sering berakhir pada beberapa kesimpulan yang kadang tidak mudah untuk dimengerti dengan baik.

Kerap disebut bahwa seorang pemimpin sejati adalah dia yang memiliki kepercayaan diri yang kokoh untuk berdiri sendiri, berani untuk mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan mengandung risiko, sekaligus memiliki rasa kasih sayang dalam konteks peduli dengan kebutuhan orang lain. Dikatakan pula, pemimpin juga tidaklah berujud seseorang yang selalu berusaha mengajukan dirinya untuk menjadi pemimpin, akan tetapi seseorang yang kualitas tampilan sosok dan karakter pribadinya terlihat menonjol sehingga banyak orang lain yang justru memintanya untuk menjadi pemimpin mereka. 

Dia adalah sosok seorang dengan integritas yang terlihat menonjol dalam keseharian dibanding orang-orang lain disekitarnya.

Pemimpin laksana seekor elang yang tidak pernah terbang berkelompok, tetapi terbang seorang diri sebagai pemberani, jauh dari kepura-puraan yang tentu saja kemudian hanya akan dapat dijumpai atau muncul pada saat-saat tertentu saja.

Lalu bagaimana kita bisa berharap untuk dapat melihat banyak generasi muda tentara Indonesia berkompetisi dengan sehat dan penuh antusias untuk menjadi jenderal, laksamana dan marsekal. Memberikan banyak pelajaran kepada para perwira tentang perang dan peperangan, tentang strategi dan taktik militer tentang semua hal yang merupakan tugas pokok sebuah organisasi yang didesain untuk perang adalah sangat penting dalam pembinaan perwira. 

Mungkin tidak cukup hanya diberikan pada sekolah staf dan komando saja, tetapi kebiasaan mempelajari, membahas dan mendiskusikan semua aspek tentang perang-perang yang pernah terjadi, seharusnya lebih diberikan kesempatan pada seluruh perwira. Mempelajari apa yang diperbuat oleh para panglima-panglima perang kenamaan yang sukses memenangkan perang harus dapat disajikan dengan menarik kepada para calon komandan dan panglima. Membaca literatur dari para suhu dan jagoan perang juga akan sangat bermanfaat dalam keseluruhan pembinaan perwira militer.

Kesemua itu dapat sedikit banyak membantu turut membentuk karakter perwira sebagai ksatria penjaga bangsa dan ibu Pertiwi yang tidak mudah tergoda dengan sekedar popularitas dan kekayaan.
Napoleon Bonaparte bahkan menyerukannya dengan spesifik, ”Read over and over again the campaigns of Alexander, Hannibal, Caesar, Gustavus, Turenne, Eugene and Frederic…..this is the only way to become a great general and master the secrets of the arts of war”.

Saya menerjemahkan dengan bebas, baca, baca dan bacalah lagi. Sayangnya, membaca adalah justru kelemahan terbesar dari banyak para perwira kita.

Negeri ini membutuhkan tentara sejati, anak-anak muda pemberani, para perwira ksatria yang senantiasa siap mengabdikan dirinya kepada negara dan bangsa yang dicintainya dan tidak kenal menyerah. Berpulang juga tanggung jawab ini kepada kita semua untuk saling bahu membahu agar negeri ini dapat menghasilkan para perwira sejati yang tidak mudah tergoda kepada hal-hal selain bagi kejayaan Indonesia.


oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim
Gambar : Pahlawan Kemerdekaan (M. Natsir)

Selasa, 13 Oktober 2015

Fitnah Sebagai Penguat Bagi yang Bertakwa

KADANG kita merasa marah sedih dan Ingin MEMBALAS saat kita difitnah oleh seseorang, kelompok ataupun negara lain,
Itu manusiawi karena siapa sih yang gak hatinya meradang, marah, dan merasa nama baiknya dicemarkan ? Apakah kita juga harus membalas dengan perbuatan yang setimpal agar mereka merasakan bagaimana rasanya bila di fitnah, ?

Coba kita renungi rangkaian kata-kata bijak ini agar lebih santun dan mendapatkan Blesing in Disgue dengan apa yang kita hadapi bila mendapatkan Fitnahan



BAGI yang DIFITNAH

Jangan risaukan komentar sinis orang yang IRI. Itu adalah resiko dari menjadi orang yang berhasil di antara jiwa-jiwa kerdil

Barang siapa membawa GOSIP tentang orang lain kepada anda, maka kelak dia akan membawa GOSIP tentang anda kepada orang lain
Itu memang kerjaan para Pecundang ..Salah satu ciri pecundang adalah senang mencari kesalahan orang lain untuk disebarkan

Maafkanlah orang yang menyakiti mu,,tetapi janganlah teruskan mempercayai orang orang yang palsu. Tegaslah bagi kebaikan mu.

Memaafkan itu ibarat membebaskan tawanan dari penjara pengap,
lalu menyadari bahwa tawanan itu adalah KITA ”diri sendiri”.
Besarnya KEMAMPUAN untuk memaafkan di tentukan oleh dalamnya cinta atau oleh tingginya kecerdasan.

Kadang memang kita tidak tahu ada sahabat palsu disekeliling kita,,
Sahabat yang PALSU akan menunggumu membuat kesalahan, lalu akan menghinamu dengan lebih keji daripada musuhmu. orang orang palsu akan memujimu selama engkau sependapat dengannya,
Dan akhirnya memperlakukanmu dengan rendah jka engkau dianggapnya salah. Sahabat terbaikmu adalah Tuhan yang tidak pernah palsu dan tidak akan mengecewakanmu .

Anda harus mempunyai prinsip
“Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku.
Karena kebencian adalah penyakit yang paling MEMATIKAN karena kebencian selalu melahirkan PERPECAHAN!”

Kita tidak usah mendedam dalam mengahadapi fitnah karena mendendam adalah menyimpan bara api,
karena sebelum mengenai orang lain sang penyimpan bara akan terbakar terlebih dahulu.

Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita akan mati. Disitulah bermula awal segala penyakit. Stress, Kolesterol Tinggi, Pemicu Darah Tinggi, Jantung, Rhematik, Arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan
pembuluh darah).
Selama 5 menit kita MARAH, imun sistem tubuh kita akan depressi 6 jam.

Bersikaplah sebesar harapanmu nanti sehingga MASALAH FITNAH yang kau hadapi terasa menjadi kecil

Berdoa saja yaa agar membuat diri anda tenang
Yaa Tuhanku
Anugrahkan kepadaku
Hati yang tak pernah membenci
Sentuhan yang tak pernah menyakiti
Jiwa yang tak pernah gelisah
Tangan yang tak pernah henti berbagi
Senyuman yang tak pernah memudar
Kasih sayang yang tak pernah pamrih
Cinta tulus yang tak pernah berakhir

Tuhanku Yang Maha Perkasa, tumbuhkanlah aku lebih besar dan lebih kuat daripada masalah dan kesulitan hidupku,amin




Bagi Sang Penfitnah

“Saudaraku, dendam dan kedengkian yang ada dalam hatimu lebih MEMBAHAYAKAN kesehatanmu daripada musuh yang nyata.” (Dr. ‘Aidh Al-Qarni)
Daripada kamu sibuk merusak hidup orang lain,
bukankah akan lebih baik jika kamu sibuk menata hidupmu sendiri ?

Hidup ini tidak mudah. jangan mempersulitnya dengan KEBIASAN mengeluh,menfitnah, dan menyalahkan orang lain.
Menyalahkan orang lain atas kesulitan hidup semakin memanaskan hati dan menjauhkan rezeki.

Kalau kita ingin hidup damai dan bahagia, berhentilah memandang orang lain sebagai musuh. Pandanglah mereka sebagai orang yang belum mengerti, masih membuat kesalahan dan berhentilah membenci mereka.
Terlalu sayang, kehidupan kita yang pendek dihabiskan untuk membenci orang yang tidak kita sukai.

"Ingatlah diwaktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut kemulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu KETAHUI sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yg ringan saja..Padahal dia pada sisi Allah adalah BESAR." QS An Nuur 24:15.

Oh yaa untuk para pefitnah perhatikan kesehatanmu dan jangan suka bernegative thinking sehingga mudah menfitnah.
Karena bila suka ber NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Penutup bagi diri saya sendiri mengingatkan pada sebuah ungkapan Tiongkok kuno yang mengatakan,
“Cara terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan KEBAJIKAN dan BELAS KASIH..

Sumber : Patriot Garuda

Minggu, 13 September 2015

Renungan "Butir-Butir Kehidupan"

“Butir-Butir KEHIDUPAN”



~KETIKA
Aku ingin hidup KAYA…
Aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.


~KETIKA…
Aku takut MEMBERI…
Aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.


~KETIKA…
Aku ingin jadi yang TERKUAT…
Aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN….
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.


~KETIKA…
Aku takut RUGI…
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU…
Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.



Ternyata hidup ini sangat indah…
ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA



~BUKAN…
karena hari ini INDAH kita BAHAGIA…
Tetapi karena kita BAHAGIA…
maka hari ini menjadi INDAH.


~BUKAN…
karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS…
Tetapi karena kita OPTIMIS…
RINTANGAN akan menjadi tak terasa.


~BUKAN…
karena MUDAH kita YAKIN BISA…
Tetapi karena kita YAKIN BISA… semuanya menjadi MUDAH.


~BUKAN…
karena semua BAIK kita TERSENYUM…
Tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

~BILA…
kita tidak dapat menjadi jalan besar…
cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.


~BILA…
kita tidak dapat menjadi matahari…
cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.


~BILA…
kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang…
berdoalah untuknya.


NEVER GIVE UP and KEEP WINNING :)


Sumber : Patriot Garuda