Assalamualaikum,...
RASULULLAH SAW INGATKAN KAMU TENTANG DAJJAL
Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah SAW telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerusakan) di muka bumi ini yang paling hebat dan parah selain dari pada fitnah yang dibawa oleh Dajjal.
Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT selalu ada mengingatkan kaumnya masing-masing tentang Dajjal. Aku adalah Nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi kamu atau generasi setelah kamu.
Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin di dunia. Tetapi kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya masing-masing. Dan sesungguhnya Allah SWT akan turut menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan dia akan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali hanya dalam 40 hari.
Nama Dajjal berasal dari kata ad-dajl yang artinya at-tamwith (pembohong dan pendusta), karena memang Dajjal adalah pembohong yang paling besar, serta yang paling banyak dan paling dahsyat dalam menipu.
Rasulullah SAW bersabda; “Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu tentang ciri-ciri Dajjal itu yang belum diterangkan oleh para nabi-nabi sebelum ku kepada umatnya”.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu akan mengaku dirinya sebagai Nabi. Ingatlah, tidak ada lagi Nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia akan mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin dapat kamu lihat sebelum kamu mati.
Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis kalimat KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca maupun yang buta huruf.
“Di antara fitnah-fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Neraka yang dibawa Dajjal itu sebenarnya adalah Syurganya. Sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas.
Siapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya Dajjal, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah SWT dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka api neraka Dajjal itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim AS itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu daya Dajjal itu juga dia akan berkata kepada semua orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mau mengakui aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu saja.” Maka datanglah syaitan-syaitan yang menyamar seperti ayah atau ibu orang Arab itu. Wajahnya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Nanti pada saat itu, Ibu dan ayahnya akan berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu yang sebenarnya.”
“Di antara tipu daya Dajjal itu nanti, dia akan menipu seseorang, yakni dia bunuh orang itu lalu dia belah tubuhnya menjadi dua bagian yang terpisah. Setelah itu Dajjal akan berkata kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan ku lakukan terhadap hambaku ini, sekarang dia akan kuhidupkan kembali seperti semula.
Karena izin Allah SWT, orang mati yang dibunuh Dajjal tadi akan hidup kembali. Kemudian Dajjal itu bertanya pada orang yang telah dihidupkannya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang memang orang yang beriman kepada Allah SWT, menjawab: “Tuhan ku hanyalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di syurga.
Kata Rasulullah SAW lagi: “Di antara tipu daya Dajjal itu, dia akan suruh langit supaya menurunkan hujan, dan tiba-tiba hujan pun turun. Dia akan suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya,dan tiba-tiba tumbuh.
Dan termasuk ujian yang paling berat bagi umat manusia, Dajjal itu nanti akan datang ke perkampungan orang-orang yang baik dan mereka tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan, maka disebabkan hal yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan di kampung mereka pun gagal.
“Dajjal itu juga akan datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan pun diturunkan oleh Dajjal di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun tumbuh subur.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi oleh Dajjal kecuali kota Makkah dan kota Madinah. Kedua-dua kota itu tidak mampu ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh para Malaikat.
Dia hanya berani menginjak pinggiran kota Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, maka kota Madinah pun berguncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik akan merasa kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di kota Madinah. Mereka akan keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan “Hari Pembersihan kota Madinah”.
Dalam hadis yang lain disebutkan, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawa Dajjal itu, Dajjal itu lalu di satu tempat menemukan mereka yang telah mendustakannya (tidak beriman lagi kepada Dajjal), maka akibat dari itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turunkan oleh Dajjal di daerah mereka.
Kemudian dia lalu pergi di satu tempat lain untuk mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka akhirnya mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai oleh banyak orang, dan orang jujur tidak mereka percayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti Madinah dikawal oleh para malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki kota Madinah.
Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah akan berguncang tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di dalam kota Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka akan keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari keluar dari Madinah ketika itu.
Itulah yang dikatakan “Hari Pembersihan Madinah” membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadist yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah SAW masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan tentang Dajjal, maka aku takut mendengarnya.”
Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang teguh lagi kepada agama Islam dan berbuat jahil tentang agama.
Pada zaman Dajjal nanti ada empat puluh hari, yang mana satu hari akan terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa bagaikan satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga?” Rasulullah SAW menjawab: “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, akibat Dajjal menahan peredaran matahari, maka satu hari lamanya bagaikan menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan perputaran matahari terhadap bumi itu, Dajjal itu akan berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka Dajjal akan tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh hari. Aku sendiri pun tidak tau pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun.
Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Setelah setelah munculnya Dajjal, hampir semua penduduk dunia telah menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Orang-orang mukmin di dunia ini yang tetap beriman kepada Allah SWT hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 perempuan.
Setelah Dajjal tinggal di bumi selama 40 hari, Allah SWT pun menurunkan Nabi ‘Isa.as. Rasulullah SAW bersabda: “Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain:
“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis - Palestina). Beliau pun membunuhnya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain:
“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala (yakni Dajjal) melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, maka meleleh-lah (tubuhnya) sebagaimana garam meleleh di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa, akan tetapi Allah membunuhnya melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam, lalu memperlihatkan darahnya kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.” (HR. Muslim)
Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah SAW telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerusakan) di muka bumi ini yang paling hebat dan parah selain dari pada fitnah yang dibawa oleh Dajjal.
Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT selalu ada mengingatkan kaumnya masing-masing tentang Dajjal. Aku adalah Nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi kamu atau generasi setelah kamu.
Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin di dunia. Tetapi kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya masing-masing. Dan sesungguhnya Allah SWT akan turut menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan dia akan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali hanya dalam 40 hari.
Nama Dajjal berasal dari kata ad-dajl yang artinya at-tamwith (pembohong dan pendusta), karena memang Dajjal adalah pembohong yang paling besar, serta yang paling banyak dan paling dahsyat dalam menipu.
Rasulullah SAW bersabda; “Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu tentang ciri-ciri Dajjal itu yang belum diterangkan oleh para nabi-nabi sebelum ku kepada umatnya”.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu akan mengaku dirinya sebagai Nabi. Ingatlah, tidak ada lagi Nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia akan mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin dapat kamu lihat sebelum kamu mati.
Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis kalimat KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca maupun yang buta huruf.
“Di antara fitnah-fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Neraka yang dibawa Dajjal itu sebenarnya adalah Syurganya. Sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas.
Siapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya Dajjal, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah SWT dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka api neraka Dajjal itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim AS itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu daya Dajjal itu juga dia akan berkata kepada semua orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mau mengakui aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu saja.” Maka datanglah syaitan-syaitan yang menyamar seperti ayah atau ibu orang Arab itu. Wajahnya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Nanti pada saat itu, Ibu dan ayahnya akan berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu yang sebenarnya.”
“Di antara tipu daya Dajjal itu nanti, dia akan menipu seseorang, yakni dia bunuh orang itu lalu dia belah tubuhnya menjadi dua bagian yang terpisah. Setelah itu Dajjal akan berkata kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan ku lakukan terhadap hambaku ini, sekarang dia akan kuhidupkan kembali seperti semula.
Karena izin Allah SWT, orang mati yang dibunuh Dajjal tadi akan hidup kembali. Kemudian Dajjal itu bertanya pada orang yang telah dihidupkannya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang memang orang yang beriman kepada Allah SWT, menjawab: “Tuhan ku hanyalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di syurga.
Kata Rasulullah SAW lagi: “Di antara tipu daya Dajjal itu, dia akan suruh langit supaya menurunkan hujan, dan tiba-tiba hujan pun turun. Dia akan suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya,dan tiba-tiba tumbuh.
Dan termasuk ujian yang paling berat bagi umat manusia, Dajjal itu nanti akan datang ke perkampungan orang-orang yang baik dan mereka tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan, maka disebabkan hal yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan di kampung mereka pun gagal.
“Dajjal itu juga akan datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan pun diturunkan oleh Dajjal di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun tumbuh subur.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi oleh Dajjal kecuali kota Makkah dan kota Madinah. Kedua-dua kota itu tidak mampu ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh para Malaikat.
Dia hanya berani menginjak pinggiran kota Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, maka kota Madinah pun berguncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik akan merasa kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di kota Madinah. Mereka akan keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan “Hari Pembersihan kota Madinah”.
Dalam hadis yang lain disebutkan, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawa Dajjal itu, Dajjal itu lalu di satu tempat menemukan mereka yang telah mendustakannya (tidak beriman lagi kepada Dajjal), maka akibat dari itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turunkan oleh Dajjal di daerah mereka.
Kemudian dia lalu pergi di satu tempat lain untuk mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka akhirnya mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai oleh banyak orang, dan orang jujur tidak mereka percayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti Madinah dikawal oleh para malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki kota Madinah.
Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah akan berguncang tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di dalam kota Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka akan keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari keluar dari Madinah ketika itu.
Itulah yang dikatakan “Hari Pembersihan Madinah” membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadist yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah SAW masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan tentang Dajjal, maka aku takut mendengarnya.”
Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang teguh lagi kepada agama Islam dan berbuat jahil tentang agama.
Pada zaman Dajjal nanti ada empat puluh hari, yang mana satu hari akan terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa bagaikan satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga?” Rasulullah SAW menjawab: “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, akibat Dajjal menahan peredaran matahari, maka satu hari lamanya bagaikan menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan perputaran matahari terhadap bumi itu, Dajjal itu akan berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka Dajjal akan tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh hari. Aku sendiri pun tidak tau pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun.
Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Setelah setelah munculnya Dajjal, hampir semua penduduk dunia telah menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Orang-orang mukmin di dunia ini yang tetap beriman kepada Allah SWT hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 perempuan.
Setelah Dajjal tinggal di bumi selama 40 hari, Allah SWT pun menurunkan Nabi ‘Isa.as. Rasulullah SAW bersabda: “Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain:
“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis - Palestina). Beliau pun membunuhnya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain:
“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala (yakni Dajjal) melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, maka meleleh-lah (tubuhnya) sebagaimana garam meleleh di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa, akan tetapi Allah membunuhnya melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam, lalu memperlihatkan darahnya kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.” (HR. Muslim)
Wallahu A’lam.
Wassalam,...
(@airfine),...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar